Tuesday, October 9, 2018

contoh makalah SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI EKONOMI


SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI EKONOMI
Oleh
Drs. Sirman B. Kantawijaya

A.    Perkembangan Awal Teori Ekonomi
Teori ekonomi merupakan suatu pemikiran kapitalisme yang terlebih dahulu yang harus dilacak melalui sejarah perkembangan pemikiran ekonomi dari era Yunani kuno sampai era sekarang. Aristoteles adalah yang pertama kali memikirkan tentang transaksi ekonomi dan membedakan diantaranya antara yang bersifat "natural" atau "unnatural".
Transaksi natural terkait dengan pemuasan kebutuhan dan pengumpulan kekayaan yang terbatasi jumlahnya oleh tujuan yang dikehendakinya. Transaksi un-natural bertujuan pada pengumpulan kekayaan yang secara potensial tak terbatas. Dia menjelaskan bahwa kekayaan un-natural tak berbatas karena dia menjadi akhir dari dirinya sendiri ketimbang sebagai sarana menuju akhir yang lain yaitu pemenuhan kebutuhan. Contoh dari transaksi ini disebutkan adalah perdagangan moneter dan retail yang dia ejek sebagai "unnatural" dan bahkan tidak bermoral. Pandangannya ini kelak akan banyak dipuji oleh para penulis Kristen di Abad Pertengahan.
Aristoteles juga membela kepemilikan pribadi yang menurutnya akan dapat memberi peluang seseorang untuk melakukan kebajikan dan memberikan derma dan cinta sesama yang merupakan bagian dari “jalan emas” dan “kehidupan yang baik ala Aristoteles.
Chanakya (c. 350-275 BC) adalah tokoh berikutnya. Dia sering mendapat julukan sebagai Indian Machiavelli. Dia adalah professor ilmu politik pada Takshashila University dari India kuno dan kemudian menjadi Prime Minister dari kerajaan Mauryan yang dipimpin oleh Chandragupta Maurya. Dia menulis karya yang berjudul Arthashastra (Ilmu mendapatkan materi) yang dapat dianggap sebagai pendahulu dari Machiavelli's The Prince.
Banyak masalah yang dibahas dalam karya itu masih relevan sampai sekarang, termasuk diskusi tentang bagaiamana konsep manajemen yang efisien dan solid, dan juga masalah etika di bidang ekonomi. Chanakya juga berfokus pada isu kesejahteraan seperti redistribusi kekayaan pada kaum papa dan etika kolektif yang dapat mengikat kebersamaan masyarakat.
Tokoh pemikir Islam juga memberikan sumbangsih pada pemahaman di bidang ekonomi. Ibn Khaldun dari Tunis (1332–1406) menulis masalah teori ekonomi dan politik dalam karyanya Prolegomena, menunjukkan bagaimana kepadatan populasi adalah terkait dengan pembagian tenaga kerja yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang sebaliknya mengakibatkan pada penambahan populasi dalam sebuah lingkaran. Dia juga memperkenalkan konsep yang biasa disebut dengan Khaldun-Laffer Curve (keterkaitan antara tingkat pajak dan pendapatan pajak dalam kurva berbentuk huruf U).
Perintis pemikiran barat di bidang ekonomi terkait dengan debat scholastic theological selama Middle Ages. Masalah yang penting adalah tentang penentuan harga barang. Penganut Katolik dan Protestan terlibat dalam perdebatan tentang apa itu yang disebut “harga yang adil” di dalam ekonomi pasar. Kaum skolastik Spanyol di abad 16 mengatakan bahwa harga yang adil tak lain adalah harga pasar umum dan mereka umumnya mendukung filsafat laissez faire.

B.     Era Reformasi Ekonomi
Selanjutnya pada era Reformation pada 16th century, ide tentang perdagangan bebas muncul yang kemudian diadopsi secara hukum oleh Hugo de Groot atau Grotius. Kebijakan ekonomi di Europe selama akhir Middle Ages dan awal Renaissance adalah memberlakukan aktivitas ekonomi sebagai barang yang ditarik pajak untuk para bangsawan dan gereja.
Pertukaran ekonomi diatur dengan hukum feodal seperti hak untuk mengumpulkan pajak jalan begitu juga pengaturan asosiasi pekerja (guild) dan pengaturan religious dalam masalah penyewaan. Kebijakan ekonomi seperti itu didesain untuk mendorong perdagangan pada wilayah tertentu. Karena pentingnya kedudukan sosial, aturan-aturan terkait kemewahan dijalankan, pengaturan pakaian dan perumahan meliputi gaya yang diperbolehkan, material yang digunakan dan frekuensi pembelian bagi masing-masing kelas yang berbeda.
Niccolò Machiavelli dalam karyanya The Prince adalah penulis pertama yang menyusun teori kebijakan ekonomi dalam bentuk nasihat. Dia melakukannya dengan menyatakan bahwa para bangsawan dan republik harus membatasi pengeluarannya, dan mencegah penjarahan oleh kaum yang punya maupun oleh kaum kebanyakan. Dengan cara itu maka negara akan dilihat sebagai “murah hati” karena tidak menjadi beban berat bagi warganya. Selama masa Early Modern period, mercantilists hampir dapat merumuskan suatu teori ekonomi tersendiri. Perbedaan ini tercermin dari munculnya negara bangsa di kawasan Eropa Barat yang menekankan pada balance of payments.

C.    Masa Perkembangan Kapitalis
Tahap ini kerapkali disebut sebagai tahap paling awal dari perkembangan modern capitalism yang berlangsung pada periode antara abad 16th dan 18th, kerap disebut sebagai merchant capitalism dan mercantilism. Babakan ini terkait dengan geographic discoveries oleh merchant overseas traders, terutama dari England dan Low Countries; European colonization of the Americas; dan pertumbuhan yang cepat dari perdagangan luar negeri. Hal ini memunculkan kelas bourgeoisie dan menenggelamkan feudal system yang sebelumnya.
Mercantilism adalah sebuah sistem perdagangan untuk profit, meskipun produksi masih dikerjakan dengan non-capitalist production methods. Karl Polanyi berpendapat bahwa capitalism belum muncul sampai berdirinya free trade di Britain pada 1830s.
Di bawah mercantilism, European merchants, diperkuat oleh sistem kontrol dari negara, subsidies, and monopolies, menghasilkan kebanyakan profits dari jual-beli bermacam barang. Dibawah mercantilism, guilds adalah pengatur utama dari ekonomi. Dalam kalimat Francis Bacon, tujuan dari mercantilism adalah :
The opening and well-balancing of trade; the cherishing of manufacturers; the banishing of idleness; the repressing of waste and excess by sumptuary laws; the improvement and husbanding of the soil; the regulation of prices…

Diantara berbagai mercantilist theory salah satunya adalah bullionism, doktrin yang menekankan pada pentingnya akumulasi precious metals. Mercantilists berpendapat bahwa negara seharusnya mengekspor barang lebih banyak dibandingkan jumlah yang diimport sehingga luar negeri akan membayar selisihnya dalam bentuk precious metals.
Mercantilists juga berpendapat bahwa bahan mentah yang tidak dapat ditambang dari dalam negeri maka harus diimport, dan mempromosikan subsidi, seperti penjaminan monopoli protective tariffs, untuk meningkatkan produksi dalam negeri dari manufactured goods.
Para perintis mercantilism menekankan pentingnya kekuatan negara dan penaklukan luar negeri sebagai kebijakan utama dari economic policy. Jika sebuah negara tidak mempunyai supply dari bahan mentahnnya maka mereka harus mendapatkan koloni darimana mereka dapat mengambil bahan mentah yang dibutuhkan.
Koloni berperan bukan hanya sebagai penyedia bahan mentah tapi juga sebagai pasar bagi barang jadi. Agar tidak terjadi suatu kompetisi maka koloni harus dicegah untuk melaksanakan produksi dan berdagang dengan pihak asing lainnya.
Selama the Enlightenment, physiocrats Perancis adalah yang pertama kali memahami ekonomi berdiri sendiri. Salah satu tokoh yang terpenting adalah Francois Quesnay. Diagram ciptaannya yang terkenal, tableau economique, oleh kawan-kawannya dianggap sebagai salah satu temuan ekonomi terbesar setelah tulisan dan uang. Diagram zig-zag ini dipuji sebagai rintisan awal bagi pengembangan banyak tabel dalam ekonomi modern, ekonometrik, multiplier Keynes, analisis input-output, diagram aliran sirkular dan model keseimbangan umum Walras.
Tokoh lain dalam periode ini adalah Richard Cantillon, Jaques Turgot, dan Etienne Bonnot de Condillac. Richard Cantillon (1680-1734) oleh beberapa sejarawan ekonomi dianggap sebagai bapak ekonomi yang sebenarnya. Bukunya Essay on the Naturof Commerce ini General (1755, terbit setelah dia wafat) menekankan pada mekanisme otomatis dalam pasar yakni penawaran dan permintaan, peran vital dari kewirausahaan, dan analisis inflasi moneter “pra-Austrian” yang canggih yakni tentang bagaimana inflasi bukan hanya menaikkan harga tetapi juga mengubah pola pengeluaran.
Jaques Turgot (1727-81) adalah pendukung laissez faire, pernah menjadi menteri keuangan dalam pemerintahan Louis XVI dan membubarkan serikat kerja (guild), menghapus semua larangan perdagangan gandum dan mempertahankan anggaran berimbang. Dia terkenal dekat dengan raja meskipun akhirnya dipecat pada 1776. Karyanya Reflection on the Formation and Distribution of Wealth menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang perekonomian. Sebagai seorang physiocrats, Turgot membela pertanian sebagai sektor paling produktif dalam ekonomi. Karyanya yang terang ini memberikan pemahaman yang baik tentang preferensi waktu, kapital dan suku bunga, dan peran enterpreneur-kapitalis dalam ekonomi kompetetitif.
Etienne Bonnot de Condillac (1714-80) adalah orang yang membela Turgot di saat-saat sulit tahun 1775 ketika dia menghadapi kerusuhan pangan saat menjabat sebagai menteri keuangan. Codillac juga merupakan seorang pendukung perdagangan bebas. Karyanya Commerce and Government (terbit sebulan sebelum The Wealth of Nation, 1776) mencakup gagasan ekonomi yang sangat maju. Dia mengakui manufaktur sebagai sektor produktif, perdagangan sebagai representasi nilai yang tak seimbang dimana kedua belah pihak bisa mendapat keuntungan, dan mengakui bahwa harga ditentukan oelh nilai guna, bukan nilai kerja.
Tokoh lainnya, Anders Chydenius (1729–1803) menulis buku The National Gain pada 1765 yang menerangkan ide tentang kemerdekaan dalam perdagangan dan industri dan menyelidiki hubungan antara ekonomi dan masyarakat dan meletakkan dasar liberalism, sebelas tahun sebelum Adam Smith menulis hal yang sama namun lebih komprehensif dalamThe Wealth of Nations. Menurut Chydenius, democracy, kesetaraan dan penghormatan pada hak asasi manusia adalah jalan satu-satunya untuk kemajuan dan kebahagiaan bagi seluruh anggota masyarakat.

D.    Masa Perkembangan Ekonomi Modern
Mercantilism mulai menurun di Great Britain pada pertengahan 18th, ketika sekelompok economic theorists, dipimpin oleh Adam Smith, menantang dasar-dasar mercantilist doctrines yang berkeyakinan bahwa jumlah keseluruhan dari kekayaan dunia ini adalah tetap sehingga suatu negara hanya dapat meningkatkan kekayaannya dari pengeluaran negara lainnya. Meskipun begitu, di negara-negara yang baru berkembang seperti Prussia dan Russia, dengan pertumbuhan manufacturing yang masih baru, mercantilism masih berlanjut sebagai paham utama meskipun negara-negara lain sudah beralih ke paham yang lebih baru.
Pemikiran ekonomi modern biasanya dinyatakan dimulai dari terbitnya Adam Smith's The Wealth of Nations, pada 1776, walaupun pemikir lainnya yang lebih dulu juga memberikan kontribusi yang tidak sedikit. Ide utama yang diajukan oleh Smith adalah kompetisi antara berbagai penyedia barang dan pembeli akan menghasilkan kemungkinan terbaik dalam distribusi barang dan jasa karena hal itu akan mendorong setiap orang untuk melakukan spesialisasi dan peningkatan modalnya sehingga akan menghasilkan nilai lebih dengan tenaga kerja yang tetap.
Smith's thesis berkeyakinan bahwa sebuah sistem besar akan mengatur dirinya sendiri dengan menjalankan aktivits-aktivitas masing-masing bagiannya sendiri-sendiri tanpa harus mendapatkan arahan tertentu. Hal ini yang biasa disebut sebagai "invisible hand" dan masih menjadi pusat gagasan dari ekonomi pasar dan capitalism itu sendiri.
Smith adalah salah satu tokoh dalam era Classical Economics dengan kontributor utama John Stuart Mill and David Ricardo. John Stuart Mill, pada awal hingga pertengahan abad 19th, berfokus pada "wealth" yang didefinisikannya secara khusus dalam kaitannya dengan nilai tukar obyek atau yang sekarang disebut dengan price.

E.     Masa Revolusi Industri
Pertengahan abad 18th menunjukkan peningkatan pada industrial capitalism, memberi kemungkinan bagi akumulasi modal yang luas di bawah fase perdagangan dan investasi pada mesin-mesin produksi. Industrial capitalism, yang dicatat oleh Marx mulai dari pertigaan akhir abad 18th, menandai perkembangan dari the factory system of manufacturing, dengan ciri utama complex division of labor dan routinization of work tasks; dan akhirnya memantapkan dominasi global dari capitalist mode of production.
Hasil dari proses tersebut adalah Industrial Revolution, dimana industrialist menggantikan posisi penting dari merchant dalam capitalist system dan mengakibatkan penurunan traditional handicraft skills dari artisans, guilds, dan journeymen. Juga selam masa ini, capitalism menandai perubahan hubungan antara British landowning gentry dan peasants, meningkatkan produksi dari cash crops untuk pasar lebih daripada yang digunakan untuk feudal manor. Surplus ini dihasilkan dengan peningkatan commercial agriculture sehingga mendorong peningkatan mechanization of agriculture.
Peningkatan industrial capitalism juga terkait dengan penurunan mercantilism. Pertengahan hingga akhir abad sembilan belas Britain dianggap sebagai contoh klasik dari laissez-faire capitalism. Laissez-faire mendapatkan momentum oleh mercantilism di Britain pada 1840s dengan persetujuan Corn Laws dan Navigation Acts. Sejalan dengan ajaran classical political economists, dipimpin oleh Adam Smith dan David Ricardo, Britain memunculkan liberalism, mendorong kompetisi dan perkembangan market economy.
Pada abad 19th, Karl Marx menggabungkan berbagai aliran pemikiran meliputi distribusi sosial dari sumber daya, mencakup karya Adam Smith, juga pemikiran socialism dan egalitarianism, dengan menggunakan pendekatan sistematis pada logika yang diambil dari Georg Wilhelm Friedrich Hegel untuk menghasilkan Das Kapital. Ajarannya banyak dianut oleh mereka yang mengkritik ekonomi pasar selama abad 19th dan 20th. Ekonomi Marxist berlandaskan pada labor theory of value yang dasarnya ditanamkan oleh classical economists (termasuk Adam Smith) dan kemudian dikembangkan oleh Marx. Pemikiran Marxist beranggapan bahwa capitalism adalah berlandaskan pada exploitation kelas pekerja: pendapatan yang diterima mereka selalu lebih rendah dari nilai pekerjaan yang dihasilkannya, dan selisih itu diambil oleh capitalist dalam bentuk profit.
Pada akhir abad 19th, kontrol dan arah dari industri skala besar berada di tangan financiers. Masa ini biasa disebut sebagai "finance capitalism," dicirikan dengan subordination proses produksi ke dalam accumulation of money profits dalam financial system. Penampakan utama capitalism pada masa ini mencakup establishment of huge industrial cartels atau monopolies; kepemilikan dan management dari industry oleh financiers berpisah dari production process; dan pertumbuhan dari complex system banking, sebuah equity market, dan corporate memegang capital melalui kepemilikan stock. Tampak meningkat juga industri besar dan tanah menjadi subject of profit dan loss oleh financial speculators.
Akhir abad 19th juga muncul "marginal revolution" yang meningkatkan dasar pemahaman ekonomi mencakup konsep-konsep seperti marginalism dan opportunity cost. Lebih lanjut, Carl Menger menyebarkan gagasan tentang kerangka kerja ekonomi sebagai opportunity cost dari keputusan yang dibuat pada margins of economic activity.
Akhir 19th dan awal 20th capitalism juga disebutkan segagai era "monopoly capitalism," ditandai oleh pergerakan dari laissez-faire phase of capitalism menjadi the concentration of capital hingga mencapai large monopolistic atau oligopolistic holdings oleh banks and financiers, dan dicirikan oleh pertumbuhan corporations dan pembagian labor terpisah dari shareholders, owners, dan managers.
Perkembangan selanjutnya ekonomi menjadi lebih bersifat statistical, dan studi tentang econometrics menjadi penting. Statistik memperlakukan price, unemployment, money supply dan variabel lainnya serta perbandingan antar variabel-variabel ini, menjadi sentral dari penulisan ekonomi dan menjadi bahan diskusi utama dalam lapangan ekonomi. Pada quarter terakhir abad 19th, kemunculan dari large industrial trusts mendorong legislation di U.S. untuk mengurangi monopolistic tendencies dari masa ini. Secara berangsur-angsur, U.S. federal government memainkan peranan yang lebih besar dalam menghasilkan antitrust laws dan regulation of industrial standards untuk key industries of special public concern. Pada akhir abad 19th, economic depressions dan boom and bust business cycles menjadi masalah yang tak terselesaikan. Long Depression dari 1870s dan 1880s dan Great Depression dari 1930s berakibat pada nyaris keseluruhan capitalist world, dan menghasilkan pembahasan tentang prospek jangka panjang capitalism. Selama masa 1930s, Marxist commentators seringkali meyakinkan kemungkinan penurunan atau kegagalan capitalism, dengan merujuk pada kemampuan Soviet Union untuk menghindari akibat dari global depression.
Macroeconomics mulai dipisahkan dari microeconomics oleh John Maynard Keynes pada 1920s, dan menjadi kesepakatan bersama pada 1930s oleh Keynes dan lainnya, terutama John Hicks. Mereka mendapat ketenaran karena gagasannya dalam mengatasi Great Depression. Keynes adalah tokoh penting dalam gagasan pentingnya keberadaaan central banking dan campur tangan pemerintah dalam hubungan ekonomi. Karyanya "General Theory of Employment, Interest and Money" menyampaikan kritik terhadap ekonomi klasik dan juga mengusulkan metode untuk management of aggregate demand. Pada masa sesudah global depression pada 1930s, negara memainkan peranan yang penting pada capitalistic system di hampir sebagian besar kawasan dunia. Pada 1929, sebagai contoh, total pengeluaran U.S. government (federal, state, and local) berjumlah kurang dari sepersepuluh dari GNP; pada 1970s mereka berjumlah mencapai sepertiga.
Peningkatan yang sama tampak pada industrialized capitalist economies, sepreti France misalnya, telah mencapai ratios of government expenditures dari GNP yang lebih tinggi dibandingkan United States. Sistem economies ini seringkali disebut dengan "mixed economies."
Selama periode postwar boom, penampakan yang luasa dari new analytical tools dalam social sciences dikembangkan untuk menjelaskan social dan economic trends dari masa ini, mencakup konsep post-industrial society dan welfare statism. Phase dari capitalism sejak awal masa postwar hingga 1970s memiliki sesuatu yang kerap disebut sebagai “state capitalism”, terutama oleh Marxian thinkers.
Banyak economists menggunakan kombinasi dari Neoclassical microeconomics dan Keynesian macroeconomics. Kombinasi ini, yang sering disebut sebagai Neoclassical synthesis, dominan pada pengajaran dan kebijakan publik pada masa sesudah World War II hingga akhir 1970s. pemikiran neoclassical mendapat bantahan dari monetarism, dibentuk pada akhir 1940s dan awal 1950s oleh Milton Friedman yang dikaitkan dengan University of Chicago dan juga supply-side economics.
Pada akhir abad 20th terdapat pergeseran wilayah kajian dari yang semula berbasis price menjadi berbasis risk, keberadaan pelaku ekonomi yang tidak sempurna dan perlakuan terhadap ekonomi seperti biological science, lebih menyerupai norma evolutionary dibandingkan pertukaran yang abstract. Pemahaman akan risk menjadi signifikan dipandang sebagai variasi price over time yang ternyata lebih penting dibanding actual price. Hal ini berlaku pada financial economics dimana risk-return tradeoffs menjadi keputusan penting yang harus dibuat.
Masa postwar boom yang lama berakhir pada 1970s dengan adanya economic crises experienced mengikuti 1973 oil crisis. “stagflation” dari 1970s mendorong banyak economic commentators politicians untuk memunculkan neoliberal policy diilhami oleh laissez-faire capitalism dan classical liberalism dari abad 19th, terutama dalam pengaruh Friedrich Hayek dan Milton Friedman. Terutama, monetarism, sebuah theoretical alternative dari Keynesianism yang lebih compatible dengan laissez-faire, mendapat dukungan yang meningkat increasing dalam capitalist world, terutama dibawah kepemimpinan Ronald Reagan di U.S. dan Margaret Thatcher di UK pada 1980s.













SEJARAH PERKEMBANGAN
TEORI EKONOMI


MAKALAH

Disusun dalam rangka pengembangan profesi keguruan




 


















Oleh

Drs. SIRMAN B. KANTAWIJAYA
NIP. 131 413 035




PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA
DINAS PENDIDIKAN KEBUDAYAAN
PEMUDA DAN OLAHRAGA
UPTD SMA NGERI 2 MAJALENGKA
2008
SEJARAH PERKEMBANGAN
TEORI EKONOMI





Oleh


Drs. SIRMAN B. KANTAWIJAYA
NIP. 131 413 035







Disahkan oleh :

Kepala SMA Negeri 2 Majalengka





W. ALI WARDOYO, S.Pd.
NIP : 130 680 596
















 

KATA PENGANTAR


Ekonomi merupakan ilmu penting yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Akan tetapi ilmu ekonomi yang dipelajari terutama diaplikasikan seringkali kurang searah dengan teori – teori ekonomi. Padahal mempelajari ilmu ekonomi perlu untuk mengetahui sejarah perkembangannya semenjak awal.
Mencermati hal tersebut sebagai suatu kebutuhan dalam meningkatkan kognasi peserta didik dalam pembelajaran bidang studi ekonomi maka penulis melakukan penulisan yang berjudul “Sejarah perkembangan teori ekonomi” sebagi upaya dalam rangka mengembangka profesi penulis sebagai pendidik.
Semoga penulisan ini bermanfaat bagi para siswa dalam menambah bacaan/literatur guna  memperluas ilmu ekonomi yang dipelajarinya secara khusus dan umumnya menambah esensi ekonomi pada tatanan kependidikan.

Majalengka,   Mei 2008


Penulis


 

Wednesday, October 3, 2018

Potret Awal Komunitas Ammatoa


  -------------------------------------------

(18+) ane mau share video panas terbaru klik DISINI tunggu 5 detik terus klik skip add alamat menonton.

---------------------------------------------------

Diantara suku yang ada di Indonesia, di Provinsi Sulawesi Selatan, kabupaten Bulukumba, Kecamatan Kajang, terdapat satu kelompok masyarakat yang kokoh memegang tradisinya.mereka dalam tulisan ini disebut komunitas ammatoa. Kurang menerima hal-hal di luar apa yang mereka dengar atau ketahui dari generasi sebelumnya. Sikap dan pola pikir dalam menghadapi kehidupan ini berorientasi pada kepasrahan dan menerima nasib apa adanya. Sikap ini agaknya kurang cocok dengan jiwa pembangunan yang sedang digalakkan di negeri ini. Ketidakcocokan dengan jiwa pembangunan itu masih merupakan hipotesis, dugaan sementara yang perlu pembuktian.

Komunitas ammatoa mudah dikenal menampakkan ciri-ciri yang membedakannya dari kelompok sosial lainnya. Spesifikasinya bukan saja nampak pada atribut yang digunakan, seperti: baju celana yang hampir menyentuh lutut, sarung, daster ( ikat kepala bagi kaum lelaki) yang semuanya berwarna hitam, menggunakan kuda sebagai sarana transportasi.

Spesifikasi mereka merupakan akibat tak langsung dari keterisoliran dari"dunia luar". Disamping oleh sistem nilai yang mereka anut memuat sejumlah pantangan yang apabila tidak diindahkan akan menyebabkan hal-hal yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa konjo ( bahasa yang digunakan orang kajang) disebut husung ( ganjaran yang berakibat sanksi sosial sekaligus dipercaya akan berakibat buruk di "alam sana" bagi yang melakukannya).

Sikap hidup dengan sengaja mengisolir diri dengan maksud supaya terhindar dari perbuatan/tindakan yang tidak di pasangkan. Dan dengan mengutamakan kehidupan yang miskin di dunia agar memperoleh imbalan "kekayaan" dari "Tuhan" dihari kemudian, disebut prinsip kamase-mase.

Kamase-mase adalah suatu konsepsi dengan muatan: lambusu', gattang, sa'bara, dan apisona atau jujur. Tegas sabar dan pasrah separah parahnya. Prinsip ini diselimuti oleh ikatan-ikatan emosi yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem kepercayaan karena mengandung nilai-nilai keramat yang disertai "imbalan" dan "sanksi" yang juga keramat.

Dengan adanya keengganan semacam itu bukan berarti mereka tertutup tetapi lebih merupakan sikap sangat berhati-hati dan selektif. Sikap semacam inilah yang dianggap oleh orang luar sebagai "Kolok" dan mengakibatkan "keterbelakangan" ( sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan); dan ternyata dalam realitas sosial mereka sepintas memperlihatkan keadaan seperti itu.

Saturday, September 29, 2018

Paradigma dan Perannya dalam Membentuk Teori Perubahan Sosial

-------------------------------------------

(18+) ane mau share video panas terbaru klik DISINI tunggu 5 detik terus klik skip add alamat menonton.

---------------------------------------------------

Salah satu dari banyak hal yang sangat mempengaruhi dan membentuk suatu teori adalah apa yang dikenal dengan istilah paradigma (paradigm). Pada dasarnya tidak ada suatu pandangan atau teori sosial pun yang bersifat netral dan objektif, melainkan salah satunya bergantung pada paradigma yang dipergunakan. Namun sebelum melangkah lebih jauh, pertama-tama kita menjawab pertanyaan dasar: apa sesungguhnya yang dimaksud paradigma itu?

Paradigma secara sederhana dapat diartikan sebagai kacamata atau alat pandang. Namun, pengertian yang lebih akademis dapat dipahami dari beberapa pemikiran yang akan saya uraikan. Pada dasarnya, istilah paradigma menjadi sangat terkenal justru setelah Thomas Khun menulis karyanya yang berjudul the structure of scientific revolution. Dalam buku itu Khun menjelaskan tentang model bagaimana suatu aliran teori lahir dan berkembang.

Selain Khun, peneliti pemikir lain seperti Patton (1975) juga memberikan pengertian paradigma yang tidak jauh dengan apa yang didefinisikan oleh Khun, yakni sebagai " a world view, a general perspective, a way of breaking down the competitive of the real world" . Dengan demikian, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa yang dimaksud paradigma adalah konstelasi teori, pertanyaan ,pendekatan, serta prosedur yang dipergunakan oleh suatu nilai dan tema pemikiran.

Meskipun penjelasan Khun sangat bermanfaat untuk memahami bagaimana paradigma mempengaruhi terciptanya teori, tapi penjelasan Khun tentang proses pergantian paradigma menurutnya berjalan secara revolusioner. Dengan kata lain, bergantinya suatu paradigma melalui pergantian, paradigma lama mati dan diganti oleh paradigma baru. Penjelasan mengenai pergantian paradigma ini sudah banyak dibantah orang. Dalam kenyataannya telah terjadi berbagai fenomena yang tidak dibayangkan oleh Khun dalam teorinya. Pertama telah terjadi pluralitas dan konvergensi teori. Khun berpendapat bahwa paradigma akan selalu menggantikan posisi paradigma lama, dan jika tidak, para ilmuwan tidak memiliki kerangka kerja yang mapan. Dalam ilmu alam, pandangan seperti ini memang terjadi. Namun, dalam ilmu sosial menunjukkan kecenderungan semakin menguatnya pertikaian antar paradigma, atau bahkan terjadi dialog antara dua paradigma atau lebih pada era yang sama. Marxisme misalnya, telah berkembang setelah berdialog dengan semakin canggihnya kapitalisme.

-------------------------------------------

(18+) ane mau share video panas terbaru klik DISINI tunggu 5 detik terus klik skip add alamat menonton.

---------------------------------------------------

Friday, September 28, 2018

Cara memilih topik, merumuskan judul dan menentukan tujuan pidato

-------------------------------------------

(18+) ane mau share video panas terbaru klik DISINI tunggu 5 detik terus klik skip add alamat menonton.

---------------------------------------------------

Sebelum berpidato, terlebih dahulu kita harus mengetahui, apa yang akan kita sampaikan dan sikap apa yang diharapkan para pendengar kita. Singkatnya, kita memerlukan pokok bahasan (topik), judul dan tujuan. Lalu bagaimana cara memilih  topik, merumuskan judul, dan menentukan tujuan dalam berpidato?

Sumber - sumber topik
Seringkali kita bingung ketika harus mencari topik yang baik; seakan-akan dunia ini kekeringan bahan pembicaraan, seakan-akan kita tidak mempunyai keahlian apa-apa.  Sebenarnya setiap orang memiliki keahlian tertentu. Untuk membantu Anda menemukan topik. Prof Wayne N. Thompson menyusun sistematika sumber topik sebagai berikut :
1. Pengalaman pribadi
     A. Perjalanan.
     B. Tempat yang pernah dikunjungi
     C. Kelompok kita
     D. Wawancara tokoh
     E. Kejadian luar biasa
     F. Peristiwa lucu
2. Bobby dan keterampilan
    A. Cara melakukan sesuatu
    B. Peraturan dan tata cara
3. Pengalaman pekerjaan dan profesi
    A. Pekerjaan tambahan
    B. Profesi keluarga
4. Pelajaran sekolah atau kuliah
    A. Hasil-hasil penelitian
    B. Hal-hal yang perlu diteliti lebih lanjut
5. Pendapat pribadi
    A. Kritikan pada permainan, film buku, 
         puisi, siaran televisi atau radio dan
         lain-lain.
    B. Hasil pengamatan pribadi
6. Peristiwa hangat dan pembicaraan publik.
   A. Berita surat kabar
   B. Topik tajuk rencana
   C. Berita radio dan televisi
   D. Hal viral di sosmed (pen)
7. Masalah pribadi
    A. Agama
    B. Pendidikan
8. Kilasan biografi.
    A. Orang-orang terkenal
9. Kejadian khusus.
    A. Perayaan atau peringatan
10. Minat khalayak
    A. Pekerjaan
    B. Hobby
    C. Rumah tangga
    D. Pengembangan diri
    E. Kesehatan dan penampilan
    F. Tambahan ilmu
   G. Minat khusus.
   H. Lain lain.

Kriteria topik yang baik
Untuk menentukan topik yang baik dipergunakan ukuran yang berikut ini :

1. Topik harus sesuai dengan latar belakang pengetahuan anda.

2. Topik harus menarik minat anda dan pendengar.

3. Topik harus sesuai dengan pengetahuan pendengar

4. Topik harus jelas ruang lingkup dan batasannya.

5. Topik harus sesuai dengan waktu dan situasi.

6. Topik harus ditunjang bahan yang lain.

Merumuskan judul.
Erat kaitannya dengan topik ialah judul. Topik adalah pokok bahasan yang akan diulas, judul adalah nama yang diberikan untuk pokok bahasan itu. Seringkali judul dikemukakan lebih dahulu kepada pendengar, karena itu judul perlu dirumuskan lebih dulu. Judul yang baik harus memenuhi tiga syarat: Relevan, provokatif, dan singkat. Relevan artinya berhubungan dengan pokok-pokok bahasan; Provokatif berarti dapat menimbulkan hasrat ingin tahu dan antusiasme pendengar; Singkat artinya mudah ditangkap maksudnya, pendek kalimatnya, dan enteng diingatnya.

Menentukan tujuan
Ada dua macam tujuan: tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum pidato biasanya dirumuskan dalam tiga hal: memberitahukan (informatif), mempengaruhi (persuasif), dan menghibur (rekreatif). Tujuan khusus ialah tujuan yang dijabarkan dari tujuan umum.

Hubungan antara topik, judul, tujuan umum dan tujuan khusus dapat dilihat dari contoh berikut ini:

1. Topik      : faedah sifat pemaaf
    Judul.     : Pemaaf sumber kebahagiaan.
    Tujuan Umum  : informatif
    Tujuan khusus  :
         Pendengar mengetahui bahwa :
           A. Sifat dendam menimbulkan gangguan jasmani dan rohani.
           B. Sifat pemaaf menimbulkan ketentraman jiwa dan kesehatan.

-------------------------------------------

(18+) ane mau share video panas terbaru klik DISINI tunggu 5 detik terus klik skip add alamat menonton.

---------------------------------------------------


Sunday, September 23, 2018

Jenis Jenis Pidato berdasarkan cara dan waktu persiapan

-------------------------------------------

(18+) ane mau share video panas terbaru klik DISINI tunggu 5 detik terus klik skip add alamat menonton.

---------------------------------------------------

Berdasarkan cara dan waktu persiapan, pidato dibagi menjadi empat macam : impromtu, manuskrip, memoriter dan ekstempore.

1. Impromtu.
Bila anda menghadiri pesta dan tiba-tiba dipanggil untuk menyampaikan pidato, pidato yang anda lakukan disebut impromtu. Bagi juru pidato yang berpengalaman, impromtu memiliki beberapa keuntungan :

1.) Impromtu mengungkapkan perasaan pembicara yang sebenarnya, karena tidak memikirkan lebih dulu pendapat yang disampaikan.
2.) Gagasan dan pendapat datang secara spontan, sehingga tampak segar dan hidup.
3.) Impromtu memungkinkan anda terus berpikir.

Adapun kerugian yang dapat melenyapkan keuntungan - keuntungan diatas, lebih lebih bagi pembicara yang masih "hijau" :

1.) Impromtu dapat menimbulkan kesimpulan yang mentah, karena dasar pengetahuan yang tidak memadai.
2.) Impromtu mengakibatkan penyampaian yang tersendat-sendat dan tidak lancar.
3.) Gagasan yang disampaikan bisa acak-acakan dan ngawur.
4.) Karena tidak adanya persiapan, kemungkinan "demam panggung" sangat besar.

Impromtu sebaiknya dihindari, tetapi bila terpaksa hal-hal berikut bisa dijadikan pegangan:

1.) Pikirkan lebih dulu teknik pembukaan pidato yang baik. Misalnya: Cerita, bandingan, ilustrasi dan sebagainya.
2.) Tentukan sistem organisasi pesan. Misalnya: susunan kronologis.
3 .) Pikirkan teknik menutup pidato yang mengesankan.

2. Manuskrip
Ini disebut juga pidato dengan naskah. Juru pidato membacakan naskah dari awal sampai akhir. Manuskrip biasanya dilakukan oleh tokoh nasional, sebab kesalahan kata saja dapat menimbulkan kekacauan dan berakibat jelek bagi pembicara. Pidato manuskrip bukan jenis pidato yang baik walaupun memiliki keuntungan:

1.) Kata-kata dapat dipilih sebaik-baiknya sehingga dapat menyampaikan arti yang tepat.
2.) Pernyataan dapat dihemat.
3.) Karena kata-kata sudah siap, kefasihan bicara dapat dicapai.
4.) hal-hal ngawur atau menyimpang dapat dihindari.
5.) Manuskrip dapat diperbanyak.

Tapi kerugian pidato manuskrip cukup berat:

1.) Komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara tidak berbicara langsung kepada  mereka.
2.) Pembicara jarang melakukan kontak mata dengan pendengar, sehingga terlihat kaku.
3.) Pembuatannya lebih lama.

3. Memoriter
Pesan pidato ditulis kemudian diingat kata demi kata. Hampir sama dengan manuskrip, tetapi karena pesan telah dihapal maka kontak mata dengan audiens bisa dilakukan, bahaya terbesar timbul bila satu kata atau lebih hilang dari ingatan.

4. Ekstempore
Adalah jenis pidato yang paling baik dan paling sering dilakukan oleh juru pidato yang mahir. Pidato sudah dipersiapkan sebelumnya berupa garis besar dan pokok-pokok penunjang pembahasan. Tetapi pembicara tidak berusaha mengingat kata demi kata. Itu hanya pedoman untuk mengatur gagasan yang ada dalam pikiran kita.
-------------------------------------------

(18+) ane mau share video panas terbaru klik DISINI tunggu 5 detik terus klik skip add alamat menonton.

---------------------------------------------------

Retorika Zaman Romawi


  -------------------------------------------

(18+) ane mau share video panas terbaru klik DISINI tunggu 5 detik terus klik skip add alamat menonton.

---------------------------------------------------

Teori retorika Aristoteles sangat sistematis dan komprehensif. Namun, pada sisi lain, uraiannya 081342757651 lengkap dan persuasif telah membungkam para ahli retorika yang datang setelahnya. Orang-orang Romawi selama dua ratus tahun setelah de Arte Rhetorica tidak menambahkan apa apa yang berarti bagi perkembangan retorika.

Kekaisaran Romawi bukan saja subur dengan sekolah-sekolah retorika; tetapi juga kaya dengan orator-orator ulung: Antonius,Crassus,Rufus,Hortensius. Yang disebutkan terakhir terkenal begitu piawai dalam berpidato sehingga para artis berusaha mempelajari gerakan dan cara penyampaiannya.

Kemampuan Hortensius disempurnakan oleh Cicero. Ia muncul sebagai negarawan dan cendekiawan. Dalam teori, ia tidak banyak menampilkan penemuan baru. Ia banyak mengambil gagasan dari Isocrates. Ia percaya bahwa efek pidato akan baik, bila yang berpidato adalah orang yang baik pula. The good man speak well.

Caesar, penguasa Romawi yang ditakuti, memuji Cicero, " anda telah menemukan semua khazanah retorika, dan andalah orang pertama yang menggunakan semuanya. Anda telah memperoleh kemenangan yang lebih disukai dari kemenangan para jenderal. Karena sesungguhnya lebih agung memperluas batas - batas kecerdasan manusia daripada memperluas batas - batas kerajaan Romawi." Kira - kira 57 buah pidato Cicero sampai kepada kita sekarang ini. Will Durant menyimpulkan kepada kita gaya pidatonya:

Pidatonya mempunyai kelebihan dalam menyajikan secara bergelora satu sisi masalah atau karakter; dalam menghibur khalayak dengan humor dan anekdot; dalam menyentuh kebanggaan,prasangka, perasaan, patriotisme dan kesalehan; dalam mengungkapkan secara keras kelemahan lawan yang sebenarnya atau yang diberitakan, yang tersembunyi atau yang terbuka; dalam mengalihkan perhatian seca......

Dari tulisan-tulisannya yang sampai sekarang masih bisa dibaca, kita mengetahui bahwa Cicero sangat terampil dalam menyederhanakan pembicaraan yang sulit. Bahasa latin nya mudah dibaca. Melalui penanya, bahasa mengalir dengan deras tetapi indah.

Puluhan tahun sepeninggal Cicero, Quintillianus mendirikan sekolah retorika. Ia sangat mengagumi Cicero dan berusaha merumuskan teori teori retorika dari pidato dan tulisannya. Apa yang dapat kita pelajari dari Quintillianus? Banyak.

  -------------------------------------------

(18+) ane mau share video panas terbaru klik DISINI tunggu 5 detik terus klik skip add alamat menonton.

---------------------------------------------------

Retorika Abad Pertengahan.


  -------------------------------------------

(18+) ane mau share video panas terbaru klik DISINI tunggu 5 detik terus klik skip add alamat menonton.

---------------------------------------------------

Sejak zaman Yunani sampai zaman Romawi, retorika selalu berkaitan dengan kenegarawanan. Para orator umumnya terlibat dalam kegiatan politik. Ada dua cara dalam memenangkan politik; talk itu out ( membicarakan sampai tuntas) atau shoot itu out ( menembak sampai habis). Retorika subur pada cara pertama, cara demokrasi. Ketika demokrasi Romawi mengalami kemunduran. Retorika tersingkir ke belakang panggung. Para kaisar tidak senang dengan orang yang pandai bicara.

Abad pertengahan sering disebut abad kegelapan, juga buat retorika, ketika agama Kristen berkuasa, retorika dianggap sebagai kesenian jahiliah. Banyak orang Kristen waktu itu melarang mempelajari retorika yang dirumuskan oleh orang - orang Yunani dan Romawi, para penyembah berhala. St. Agustinus, yang telah mempelajari retorika sebelum masuk Kristen tahun 386, adalah pengecualian pada zaman itu.

Satu abad kemudian, di timur muncul peradaban baru. Seorang nabi menyampaikan firman Tuhan," Berilah mereka nasehat dan berbicaralah Kepada mereka dengan pembicaraan yang menyentuh jiwa mereka"(Al-Qur'an 4:63). Muhammad Saw bersabda, memperteguh firman tuhan ini," sesungguhnya dalam kemampuan berbicara yang baik itu ada sihirnya".

Ia sendiri seorang pembicara yang fasih- dengan kata - kata singkat yang mengandung makna padat. Para sahabatnya bercerita bahwa ucapannya sering menyebabkan pendengar terguncang hatinya dan berlinang air mata. Tetapi ia tidak hanya menyentuh hati, ia juga mengimbau akal pendengarnya. Ada ulama yang mengumpulkan khusus pidatonya dan menamainya madinat al-Balaqah (kota balaqah) .

Balaqah menjadi disiplin ilmu yang menduduki status yang mulia dalam peradaban Islam. Kaum muslim menggunakan balaqah sebagai pengganti retorika. Tetapi warisan retorika Yunani, yang dicampakkan di Eropa abad pertengahan, dikaji dengan tekun oleh ahli balaghah. Sayang, Sangat kurang sekali studi berkenaan dengan kontribusi balaghah pada retorika modern.

  -------------------------------------------

(18+) ane mau share video panas terbaru klik DISINI tunggu 5 detik terus klik skip add alamat menonton.

---------------------------------------------------

----

Saturday, September 22, 2018

Sejarah Perkembangan Retorika


  -------------------------------------------

(18+) ane mau share video panas terbaru klik DISINI tunggu 5 detik terus klik skip add alamat menonton.

---------------------------------------------------

Objek studi retorika setua kehidupan manusia. Kefasihan bicara mungkin pertama kali dipertunjukkan dalam upacara adat, kelahiran, kematian, lamaran, perkawinan dan sebagainya. Pidato disampaikan oleh orang yang mempunyai status tinggi. Dalam perkembangan, pidato melingkupi bidang yang lebih luas.karena sesekali catatan peristiwa penting yang dramatis, seringkali disebabkan oleh pidato pidato besar. Sejak Yunani dan Roma sampai zaman kita sekarang, kepandaian pidato dan kenegarawanan selalu berkaitan. Banyak jago pedang juga terkenal dengan kefasihan bicaranya yang menawan.

Uraian sistematis retorika yang pertama diletakkan oleh orang Syracuse, sebuah koloni Yunani di pulau Sicilia. Bertahun-tahun koloni itu diperintah para tiran. Tiran, di manapun dan pada zaman apa pun, senang menggusur tanah rakyat. Kira-kira tahun 465 SM, rakyat melancarkan revolusi. Diktator dan demokrasi ditegakkan.

Disinilah, untuk mengambil haknya pemilik tanah harus sanggup meyakinkan dewan juri di pengadilan. Waktu itu, tidak ada pengacara dan tidak ada sertifikat tanah. Setiap orang harus meyakinkan mahkamah dengan pembicaraan saja.

Untuk membantu orang memenangkan haknya di pengadilan, Corax menulis makalah retorika, yang diberi nama techne logon (seni kata - kata). Walaupun makalah ini sudah tidak ada, dari para penulis sezaman kita mengetahui bahwa dalam makalah itu berbicara tentang "teknik kemungkinan".  Bila kita tidak dapat memastikan sesuatu, mulailah dari kemungkinan umum. Seorang kaya mencuri dan dituntut di pengadilan untuk pertama kalinya. Dengan teknik kemungkinan, kita bertanya,"mungkinkah seorang yang berkecukupan mengorbankan kehormatannya dengan mencuri? Bukankah, sepanjang hidupnya, ia tidak pernah diajukan ke pengadilan karena mencuri". Sekarang, seorang miskin mencuri dan pernah dihukum, kita bertanya " ia pernah mencuri dan pernah dihukum, mana mungkin ia berani melakukan hal yang sama". Akhirnya retorika memang mirip " ilmu silat lidah".

Disamping teknik kemungkinan, Corax meletakkan dasar - dasar organisasi pesan. Ia membagi pidato menjadi lima bagian : pembukaan, uraian, argumen, penjelasan tambahan dan kesimpulan. Dari sini ahli retorika mengembangkan organisasi pidato. Walaupun demokrasi gaya Syracuse tidak bertahan lama, ajaran Corax tetap berpengaruh.

Masih di pulau Sicilia, tapi di agrigentum, hidup empedocles (490-439 SM), filosof, mistikus, politisi, dan sekaligus orator.ia cerdas dan menguasai banyak pengetahuan. Berkat kaum Sophia, abad keempat sebelum Masehi adalah abad retorika. Jago - jago pidato muncul di pesta olimpiade di gedung perwakilan dan pengadilan. Bila mereka bertanding, orang orang Athena dari tempat-tempat jauh dan menikmati "adu pidato" seperti menikmati pertandingan tinju. Saya akan menyebutkan dua tokoh sebagai contoh : Demosthenes dan Isocrates.

  -------------------------------------------

(18+) ane mau share video panas terbaru klik DISINI tunggu 5 detik terus klik skip add alamat menonton.

---------------------------------------------------

---------------------------------------------------

Tuesday, October 27, 2015

COTOH MAKALAH MEMBANGUN NASIONALISME DALAM MENGHADAPI MEA

-------------------------------------------

(18+) ane mau share video panas terbaru klik DISINI tunggu 5 detik terus klik skip add alamat menonton.

---------------------------------------------------



MEMBANGUN NASIONALISME DALAM MENGHADAPI MEA

A. Latar Belakang
            Sebelum kemerdekaan dan masa awal kemerdekaan, Nasionalisme senantiasa didengungkan oleh petinggi bangsa ini. Harapannya kemudian, Indonesia bisa menjadi kuat dan senantiasa menjaga persatuan dengan mencintai negri Indonesia. Dengan rasa cinta Indonesia atau nasionalisme maka musuh-musuh dari luar akan mudah ditaklukan. Begitu pentingnya rasa mencintai negri sehingga ia menjadi jiwa suatu bangsa.
            Membela dan mencintai negara sendiri tidak hanya pada tataran menjaga keamanan dari gangguan dari negara lain, hari ini cinta bangsa sendiri atau disebut nasionalisme berkembang menjadi upaya untuk menjamin integritas dan eksistensi NKRI, baik dalam aspek ideology, politik,ekonomi, sosial budaya maupun pertahanan keamanan.
            Dewasa ini, gangguan dari luar bukan hanya pada persoalan keamanan saja, namun gangguan-gangguan dari luar merupakan hal yang tidak kasat mata dan cenderung seperti malaikat penolong yang sejatinya pembunuh massal sejati. Ancaman itu merupakan persoalan pencurian asset negara, pelemahan produk lokal yang berkedok pasar bebas.
            Kini, sebentar lagi kita akan memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau Asean Economy Community (AEC). Suatu era pasar bebas yang mendengungkan kebebsan berproduksi, kebebsan konsumsi, peningkatan kualitas produksi dan banyak hal lain yang diagung-agungkan.
            Budaya masyarakat Indonesia yang lebih mencintai produk luar negri (impor) dibanding produk negri sendiri akan mengakibatkan masyarakat hanya menjadi penonton dibanding sebagai pelakon dalam MEA nantinya. Untuk itulah dibutuhkan reknstruksi budaya yang lebih membangun negeri kita sendiri sehingga penulis mengangkat judul dalam makalah ini yakni “:
“Rekontruski Budaya dalam Menghadapi MEA”


B. Pembahsan
MEA merupakan bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam artian adanya system perdagaangan bebas antara Negara-negara asean. Indonesia dan sembilan negara anggota ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC).
Negara- negara ASEAN sepakat dan memutuskan untuk mengubah ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur, dan sangat kompetitif dengan perkembangan ekonomi yang adil, dan mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi (ASEAN Vision 2020). Pada KTT Bali pada bulan Oktober 2003, para pemimpin ASEAN menyatakan bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan menjadi tujuan dari integrasi ekonomi regional pada tahun 2020, ASEAN Security Community dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN dua pilar yang tidak terpisahkan dari Komunitas ASEAN.  Namun dalam forum selanjutnya MEA kemudian dipercepat menjadi tahun 2015 yang artinya MEA telah berada di gerbang.
Dalam artian yang ideal, MEA merupakan angin segar bagi pesaing dalam Pasar dan yang akan diuntungkan adalah masyarakat atau konsumen. Bagaimana tidak MEA membawa sihir barang murah dan berkualitas bagi konsumen, peningkatan kualitas produksi setiap negara Asean, dan persaingan pasar bebas. Namun, ada yang sulit untuk dibendung yakni persaingan antar negara yang memiliki kesenjangan, baik pola pikir, sistem produksi dan modal. Tidak ada alasan bagi negara Asean manapun, negara berkembang dan negara maju sama-sama disaingkan. kita bisa menganalogikan seperti yang terjadi di Pasar misalnya : Pedagang A dan pedagang B sama-sama memproduksi Gula Pasir, namun pedagang A masih dengan cara tradisional dan modal minim sehingga hasil produksi sedikit. Bandingkan dengan pedagang B yang memiliki modal lebih besar dan sistem produksi yang canggih sehingga dengan cepat mengahsilkan gula. Hasilnya adalah Pedagang A menjual gula dengan lebih mahal dari pedagang B, yang kemudian para konsumen akan membeli barang yang lebih murah yakni kepada pedagang B. Apa yang terjadi selanjutnya ? Ketika para konsumen telah dimanjakan dengan barang murah hasil dari pedagang B, maka pedagang A lambat laun merugi dan bangkrut atau gulung tikar.
Dari contoh kecil diatas, ini bisa terjadi dalam MEA. Negara yang sistem produksi belum secanggih negara yang lain serta modal yang minim dan hanya bergantung pada para investor akan disandingkan dengan negara yang sebaliknya. Kita tahu bahwa Indonesia mengalami kondisi seperti pedagang A yang menjadi ketakutan adalah para pedagang lokal akan mati dan menjadi buruh-buruh di negri sendiri bagi negara lain.
B.1 Membangun Nasionalisme Untuk mengahadapi MEA
            Nasionalisme diartikan secara sederhana yakni cinta dan siap membela tanah air. Tentu saja untuk mencintai perlu mengenali dan untuk itu kenalilah negri kita. Indonesia dikenal dengan budaya cinta impor. Sebagaian masyarakat sangat gemar membeli dan memakai barang-barang dari luar (impor). Dalam sehari-hari kita kerap kali mendengar kalimat “Ini impor, pasti bagus” , kalimat itu yang seringkali penulis temukan dalam kehidupan sehari-hari. masyarakat akan lebih bangga memakai produk luar dibanding produk sendiri. Anehnya barang konsumsi yang diimpor kerap kali mengecewakan. Seperti halnya makanan dan minuman, siapa yang menafikkan bahwa beras lokal lebih baik dari beras impor, daging lokal jauh lebih baik dari beras inpor. Namun anehnya masyarakat masih saja menggemari barang impor, ini dikarenakan harga yang miring menjadi daya tarik konsumen. Prestise bagi menjadi salah satu alasan konsumen beralih pada barang impor. Orang akan keren ketika memakai barang impor dari negara ini dan negara itu.
            Lalu bagaimana ketika MEA telah berlaku dan Budaya cinta impor ini masih tetap disanjung ?  Tentu ini menjadi iblis yang sangat menakutkan. Ketika budaya ini masih digangrungi maka produk lokal akan benar-benar jatuh. Penulis teringat kalimat “Kalau bukan kita siapa lagi” Tentu kalimat ini harus kita budayakan dalam MEA nantinya. Barang-barang dari negara lain akan membanjiri Indonesia nantinya. Untuk itulah Nasionalisme atau cinta negri harus kita kembangkan. Ketika kecintaan ini kita kembangkan, maka kita senantiasa akan memperhatikan sesama sebangsa kita. Ketika kita mulai mencintai produk dalam negri dan pemerintah membantu dalam peningkatan produksi maka penulis yakin bahwa kita bangsa Indonesia akan mampu membendung arus MEA.

C. Peran Perempuan dalam membangun Nasionalisme
            Perempuan merupakan tokoh dalam keluarga yang dilekatkan dengan tugas sebagai pendidik. Artinya pendidik bukan hanya untuk anak-anaknya namun juga bagi suaminya serta lingkungannya.
            Dalam MEA, peran perempuan sebagai pendidik sangat dibutuhkan. Meski gerak-geraknya hanya pada tataran keluarga dan rumah sekitar namun ketika perempuan bisa menjadi pendidik yang sukses maka perempuan-perempuan dapat menjadi pembendung dalam pasar bebas MEA.  Perempuan dapat mengajarkan bagaimana mencintai negeri sendiri kepada keluarganya. Menunjukkan perilaku kecintaan negeri sendiri, akan membuat keluarga lambat laun akan mengikuti perilaku pendidik. Jika para perempuan sadar akan peran ini, penulis yakin Indonesia akan maju.
D. Kesimpulan
            Nasionalisme ketika dipahami dan disadari akan menjadi senjata ampuh dalam menghadapi MEA dan perempuan memiliki peran sentral dalam membangun sikap Nasionalisme.




Daftar Pustaka

http//books.google.co.id/books?
Wacana, sebuah Jurnal Ilmu Pengetahuan Budaya “Nasionalisme dan Penafsiran”
hhtps://trimahendrasosiologi.wordpress.com/2012/09/01/rekonstruksi-budaya-dalam-mengubah-perilaku-sosial-masyarakat/

-------------------------------------------

(18+) ane mau share video panas terbaru klik DISINI tunggu 5 detik terus klik skip add alamat menonton.

---------------------------------------------------